NGOPI di YOGYAKARTA

kopi hitam ditemani sukun goreng dan pisang goreng disantap ditepi kolam renang pamantani ūüĎć udaranya sejuk tempat nyaman .yuksss ditunggu kedatangannya ūüėä . . .#softopening #pamantanituri #pamantanisempor #pamantaniresto#blackcoffee #sukungoreng#pisanggoreng#tradisionalfood#rumahkayu#jogjaculinary#tradisionalfood¬†#pamantanituri¬†#softopening¬†#pamantanisempor¬†#rumahkayu¬†#jogjaculinary¬†#sukungoreng¬†#pisanggoreng¬†#blackcoffee¬†#pamantaniresto

 

UNDANGAN TERBUKA bagi yang mau BUAT FILM dan yang mau FOTOGRAFI

Minggu depan jam 09.00 – 17.00

di PAMANTANI : DONOKERTO , TURI Sleman Yogyakarta

 

( ARAH ke Lokasi : MONUMEN JOGJA KEMBALI ke Utara sampai PERTIGAAN ALFA SUPERMARKET dan CERIA SUPERMARKET – ke KIRI hingga bertemu JEMBATAN Kelurahan DONOKERTO dan ada JEMBATAN disitulah PAMANTANI EXOTIC RESTO CAFE TRADISIONAL INTERNASIONAL )

MINGGU DEPAN acara FOTOGRAFI TERBUKA UNTUK UMUM ,

dengan Pendaftaran Rp. 38.000/ orang

PENDAFTARAN melalui : WA – 0857298296

atau langsung ke WA PAMANTANI 085725835029

instagram

@farhankudosan

@visitnesia

PEMBERITAHUAN dan INFORMASI

Bahwa JOGJA punya PAMANTANI sebagai salah satu dari WISATA KULINER yang memiliki lokasi VINTAGE di Yogyakarta, dengan adanya KOLAM RENANG mini yang mirip dengan suasana di DENPASAR ,dengan nama PAMANTANI. jika mau RESERVASI

UNDANGAN untuk UMUM acara PEMBUKAAN PAMANTANI dengan kami buka dengan harga PAKET UNDANGAN SPECIAL – Rp.200.000/ orang 9 jam ( FULL SERVICE )

Lihat di YOUTUBE ini :

https://www.youtube.com/watch?v=uMTkliGWEhs

https://www.youtube.com/watch?v=ax8JzGO5I68

https://www.youtube.com/watch?v=rHYyaAbNO6g&t=2s

https://www.youtube.com/watch?v=2y0C7SkMMuE

hubungi www.visitnesia.com

dengan WA – 0857298296

atau langsung ke WA PAMANTANI 085725835029

instagram

@farhankudosan

@visitnesia

Buka juga di :

https://wordpress.com/post/mataramgolonggilig.wordpress.com/221

Alamat PAMANTANI : Desa DONOKERTO,TURI-SLEMAN Yogyakarta

YOUTUBE : PAMANTANI DONOKERTO

VISITNESIA YOGYAKARTA PARTNER INDONESIA TOURISM and EDUCATION SMART BISNIS

Look this :

https://www.youtube.com/watch?v=6G_m02hviXI

Talk JOINT US – Farhan ( AAN ) – WA – 0857298296

Iklan

PENCAK SILAT NUSANTARA

Dari tulisan TITI LARAS
Pencak Silat Seni dan Gendang Penca
Aradean Penulis Aradean Diterbitkan 08.36
TAGS
MUSIK

Gendang Penca

Gendang Penca
Pencak silat seni di Jawa Barat memang tidak terlepas dari iringan musik ‘gendang penca’ pada tiap pertunjukannya. Gelombang bunyi alat-alat instrumen musik yang tersusun membentuk susunan irama membuat kesenangan pada indra pendengaran dan menyentuh perasaan di dalam lubuk hati. Musik yang khas ini dimainkan oleh satu ensembel yang terdiri dari 2 gendang besar (gendang indung dan gendang anak atau penerus), 4 gendang kecil (kulantir), tarompet (terompet), dan gong kempul (kecil). Gendang terbuat dari kayu pohon nangka (Artocarpus integrifolia), kulit gendang terbuat dari kulit anak rusa, tali gendang terbuat dari kulit, terompet terbuat dari kayu pohon cengkeh, dan gong kecil terbuat dari bahan logam perunggu.

Instrumen ensembel ini mendekati ukuran yang sama, meskipun di setiap daerah tidak standar. Secara umum, ukuran masing-masing alat musik bisa dipaparkan sebagai berikut:
Gendang indung panjang kurang lebih satu meter dengan lingkaran bagian kulit sebelah kanan berdiameter 30 cm dan sebelah kiri 25 cm.
Gendang kulantir panjang kurang lebih 30 cm, diameter lingkaran 25 cm dengan diameter kulit sebelah kanan lebih lebar dari kulit bagian kiri. Meskipun bentuk dan ukuran dari 4 gendang kulantir hampir sama tapi masing-masing memiliki suara yang berbeda-beda.
Tarompet (terompet) memiliki 7 lobang untuk mengatur suara, berukuran kurang lebih 35 cm dengan bentuk lebar di depan dan kecil di belakang.
Gong kecil berdiameter 35 cm
Instrumen-instrumen ini secara ideal dimainkan oleh 4 orang nayaga (bila terpaksa, untuk penghematan biaya bisa dimainkan oleh 3 nayaga, pemain terompet, pemain gendang, dan penabuh gong). Seorang pemain duduk bersila dengan gendang indung di hadapannya secara melintang dan dua gendang kulantir di sebelah. Gendang indung ini ditunjang oleh penyanggah sedemikian rupa bahwa posisinya di sebelah kanan lebih tinggi. Sedangkan 2 gendang kulantir dibaringkan di bawah dengan posisi berdiri, satu disamping kiri dan yang lain di sebelah kanan. Ketiga pemain lainnya juga duduk bersila di lantai, dan kadang-kadang mengangkat satu kakinya untuk mengikuti irama musik. Salah satu pemain diantaranya memegang gendang anak, dan 2 gendang kulantir sedangkan nayaga-nayaga lain masing-masing membunyikan gong kempul dan meniup tarompet. Gong kecil itu biasanya digantungkan pada penyanggah berkaki 2 yang diukir dan dihiasi dengan cat berwarna-warni serta sering terdapat pula nama perkumpulan pencak silat sebagai satu tanda kebanggaan.

Gendang indung dan anak beserta empat gendang kulantir berperan mengatur gerak dan tempo lagu. Kedua set gendang seperti berdialog dalam pertunjukan, mengkombinasi suara saling bersambung. Gendang anak memimpin dan memberi pukulan yang lebih variatif, sementara gendang indung dengan suara yang lebih rendah melayani gendang anak dan sekaligus memberi pola dasar irama yang tidak bisa dilanggar oleh gendang anak itu (Suanda 1995:5). Sebagai pendukung gerakan, kedua nayaga gendang harus memahami bentuk dan tujuan dari setiap gerakan pesilat agar musik dan gerak dapat menyatu. Mereka perlu memperhatikan kapan pesilat harus menambah daya kekuatan gerak, khususnya pada gerak memindahkan badan, yaitu gelang bahu, rongga dada, punggung, pinggang, dan panggul, agar dapat disertakan dengan tepakan gendang. Contohnya, menghindar dan menangkis lebih melaras bila nayaga menepak bunyi gendang indung yang bersuara ‘bem’ (Saleh 1989:9). Justru karena peran gendang yang sangat mendasardalam menentukan irama dan suasana pertunjukan, ensembel yang mengiringi pencak silat seni Jawa Barat disebutkan sebagai ‘gendang penca’.

Ini bukan bermaksud bahwa instrumen-instrumen lain tidak bermanfaat. Bermain tarompet juga sangat berperan dikarenakan melodi yang sugestif dan perannya dalam menunjukkan lagu apa yang dibawakan. Bahkan boleh dikatakan bahwa tanpa tarompet peragaan gendang pencak silat kurang seru. Menurut kepercayaan rakyat, pemain tarompet mempunyai kekuatan magis yang disebut ilmu ‘pamelet’, ‘penyedap’ atau ‘resep’, agar penampilannya sedap dinikmati oleh penonton. Ilmu ini juga digunakan untuk menetralisir gangguan magis dari orang di publik yang merasa iri atas kebolehan perkumpulannya. Untuk melindungi kekuatannya, pemain terompet menggunakan izim atau mantra-mantra yang biasanya dikenakan di leher berupa sapu tangan.

Baca juga: Musik dalam Pencak Silat (Klik disini)

Unsur magis juga tercermin dalam instrumen gong. Sebelum pertunjukan dimulai, nayaga berdoa di depan sesajen dan membakar kemenyan yang diletakkan di bawah gong dengan tujuan peragaan pesilat dapat berjalan dengan selamat dan lancar. Selain peran sakral ini, gong mempunyai pula peran yang penting dalam irama penca karena berguna untuk mempertegas tesis atau memberi tanda dalam tempo. Pemain gong bisa lebih rileks dibandingkan nayaga lainnya, namun dia pun harus memperhatikan gerakan pesilat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Cara memukul gong di Jawa Barat sangat bervariasi. Yang paling terkenal adalah suara “Bangbara Ngapung’ yang berbunyi seperti tawon hitam yang sedang terbang, suara ‘Anjing Manting’ yang mirip suara anjing yang sedang berburu, seperti anjing-anjing bangsawan Sunda tempo dulu, dan suara ‘Puyuh Ngungkung’ yang berbunyi seperti burung puyuh bersuara sedang bernyanyi dan didengar dari kejauhan (Saleh 1989:9).

Ensembel yang terdiri dari gendang, terompet, dan gong ini mempunyai irama musik khusus untuk pertunjukan pencak silat seni yang membedakan dari tontonan jenis seni lainnya. Uniknya di Jawa Barat, peragaan pencak silat seni selalu menggunakan pakem gendang penca yang sama, meskipun menampilkan jurus-jurus yang saling berbeda dari aliran-aliran yang berbeda pula. Asal menyebut nama jenis tepak (pukulan), para nayaga dapat mengerti maksud pesilat dan sanggup mengikuti gerakannya, Secara lebih khusus gendang penca mengenal 5 kategori pukulan. Dari tempo paling lambat sampai yang paling cepat, pakem terdiri dari :

Tepak dua
Tepak paleredan
Tepak tilu
Tepak golempang
Tepak dungdung (pakdungdung)
Tepak dua memiliki tempo pukulan gendang yang lambat agar keindahan gerak dapat dipertontonkan dan pesilat dapat berhenti sejenak setelah bunyi gong, sebelum dilanjutkan dengan rangkaian gerak dan musik berikutnya.

Tepak paleredan memiliki pukulan gendang agak lebih cepat dengan tujuan untuk mempertontonkan keindahan gerak. Namun tidak ada gerakan berhenti setelah gong berbunyi seperti dalam tepak dua dan gerakan terus berlanjut.

Tepak tilu (tiga) memiliki tempo pukulan gendang yang sedang agar mengiringi gerakan yang lebih cepat daripada tepak dua dan paleredan.

Tepak golempang memiliki tempo pukulan gendang yang cepat dengan suasana irama dan lagu yang biasanya menantang. Di masa lalu, dan kadang-kadang masih sekarang, pada saat itulah pesilat menantang penonton untuk masuk ke gelanggang dan mencoba keterampilan berkelahi dengannya.

Tepak dungdung memiliki tempo pukulan gendang yang tercepat untuk mengiringi gerakan-gerakan pertarungan.

PAMANTANI DONOKERTO SLEMAN YOGYAKARTA

UNDANGAN UNTUK UMUM
MINGGU PAGI jam.10.00 – 20.00
PAMANTANI : DONOKERTO , TURI Sleman Yogyakarta
ARAH ke Lokasi :
 MONUMEN JOGJA KEMBALI ke Utara sampai PERTIGAAN ALFA SUPERMARKET dan CERIA SUPERMARKET Рke KIRI hingga bertemu JEMBATAN Kelurahan DONOKERTO dan ada JEMBATAN disitulah PAMANTANI
 SEGERA ke WA kami : langsung ke WA PAMANTANI 085725835029
buka instagram
@farhankudosan
@visitnesia
@satrio.mataram8854
di GOOGLE buka : PAMANTANI DONOKERTO
MOHON HADIR
  • MINGGU besok segera FOTOGRAFI ke PAMANTANI DONOKERTO TURI SLEMAN
  • Hapus Komentarsatrio.mataram8854
  • UNDANGAN TERBUKA bagi yang mau BUAT FILM dan yang mau FOTOGRAFI
    Minggu jam 09.00 – 17.00

    dan yang mau ikut JUALAN PRODUK PAMANTANI SILAHKAN dengan harga
    dengan Pendaftaran Rp. 55.000/ orang
    PENDAFTARAN melalui : WA – 0857298296
    atau langsung ke WA PAMANTANI 085725835029 instagram
    @farhankudosan
    @visitnesia

  • @satrio.mataram8854
  • @pamantani_sempor
  • Email :¬†visitnesia@gmail.com
  • Email :¬†jagaddiri@gmail.com
  • www.visitnesia.com
  • YOUTUBE : VISITNESIA

KRATON KASULTANAN YOGYAKARTA

Museum Kereta Keraton Ngayogjakarta merupakan destinasi wisata yang cukup populer di Yogjakarta. Bangunan bergaya arsitektur Jawa ini berisikan peninggalan kereta atau alat transportasi yang pada zaman dulu digunakan sebagai kendaraan para sultan untuk berbagai keperluan dan untuk mengiringi upacara-upacara yang diselenggarakan hingga sekarang di lingkungan Keraton Yogyakarta.

Museum yang dirintis pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII ini terletak di sebelah sisi barat daya Alun-Alun utara di jalan Rotowijayan. Museum yang memiliki 23 koleksi kereta ini juga mempunyai ritual khusus yang menarik banyak wisatawan untuk datang, yaitu sebuah ritual¬†Jamasan¬†atau upacara penghormatan, dimana para abdi dalem akan melakukan proses memandikan, memberi ‚Äúmakan‚ÄĚ dengan sesajian, dan mendoakan kereta yang ada di museum ini.

Jenis kereta yang ada di museum ini¬†adalah kereta kuda beroda dua dan empat yang tidak tertutup atap, dan kereta kuda beroda empat yang tertutup atap yang pada sisi sebelah kiri dan kanannya tertutup jendela, yang paling terkenal¬†adalah Kereta Kanjeng Nyai Jimat yang biasa digunakan untuk trasnportasi sehari-hari oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I-III dan kereta Kyai Roto Praloyo, yang digunakan untuk mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Uniknya penyebutan nama ‚ÄúKanjeng‚ÄĚ atau ‚ÄúKyai‚ÄĚ pada kereta ini dilakukan sebagai tanda penghormatan kepada kereta kuda tersebut.

Bagi kalian yang tertarik melihat prosesi acara Jamasan, bisa datang pada Selasa Kliwon atau Jumat kliwon pertama tiap bulan Suro (bulan dalam kalender Jawa) di Gedong Pusaka dan di Museum Kereta Yogyakarta, tempat dimana biasanya proses acara Jamasan ini dilakukan. Museum ini dibuka untuk pengunjung setiap hari kecuali hari raya, mulai dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore jadi jangan sampai datang terlambat ya!

TARI KECAK dari BALI

Pernah dengar kan tari kecak?? Biasanya wisatawan lokal ataupun mancanegara banyak yang penasaran dan ingin melihat langsung pertunjukan salah satu tarian yang memang populer  sampai di luar negeri asalnya ini. Hmm… memang seperti apa sih tarian yang satu ini? Yuk simak!

tari kecak 01

Tari kecak biasa disebut tari Cak atau Api (Fire Dance) merupakan tari pertunjukan masal atau hiburan dan cenderung sebagai sendratari yaitu seni drama dan tari karena seluruhnya menggambarkan seni peran dari Lakon Pewayangan seperti Rama Sita dan tidak secara khusus digunakan dalam ritual agama hindu seperti pemujaan, odalan dan upacara lainnya. Tarian ini tergolong sakral, karena banyak penari yang tidak sadar saat berada di atas panggung. Namun sebelum tarian dimulai ada seorang pemangku (pendeta Hindu) yang memimpin doa dan persembahyangan demi keselamatan bersama.

Tarian ini dimainkan sebanyak 50 orang hingga 150 orang penari.  Tarian ini mengambil tema cerita Ramayana dan beberapa tokoh pewayangan yang terkenal seperti Rama pemuda tampan yang baik hati, Sinta wanita cantik yang berhati suci, Hanoman si manusia kera dan Rahwana yang berperan jahat. Selain tema Ramayana, tema yang sering diambil adalah tema kecak Subali & Sugriwa dan kecak Dewa Ruci.

tari kecak 02

Nah.. keunikan dari tari yang satu ini adalah alat yang dimainkan. Kalau tari yang lainnya biasanya menggunakan gamelan sebagai musik pengiring tetapi dalam pementasan tari kecak ini hanya memadukan seni dari suara ‚Äď suara mulut atau teriakan ‚Äď teriakan seperti ‚Äú cak cak ke cak cak ke‚ÄĚ sehingga tari ini disebut tari kecak.

JADWAL ACARA PAMERAN KULINER NUSANTARA 2018

SEGERA YANG MAU IKUT PAMERAN DAN PEMASARAN USAHA MILIK ANDA Khususnya KULINER segera daftarkan di sini :

segera daftarkan usaha milik anda DISINI :https://festivalindonesia.wordpress.com/

 

SATRIO METARAM

SATRIO METARAM adalah saya sebagai bagian dari KRATON KASULTANAN YOGYAKARTA