FOTOGRAFI BERBICARA SEBAGAI BAGIAN BERITA -fotografer Edwin @gulty_edwin ( Mahasiswa UST Yogyakarta )

FOTOGRAFI BERBICARA SEBAGAI BAGIAN BERITA

Tidak asing bagi kita semua tentang FOTOGRAFI,bahkan sejak dijaman dahulu sudah dikenal SENI FOTOGRAFI.Dan beberapa cabang bagian dari seni fotografi ada beberapa yang di ERA saat sekarang ini semakin berkembang.
Di Kuliah terbuka kemarin saya memberikan tentang ETIKA bagian dari sisi yang penting bagi seorang JURNALIS dan itu juga ada di dalam JURNALISTIK, baik etika bagi seorang JURNALIS ( WARTAWAN ) dan Etika di keJURNALISTIKAN. Sekarang Saya bersama mahasiswa membahas tentang FOTOGRAFI
Tentunya sudah banyak diberikan mata kuliah FOTOGRAFI oleh Dosen kalian bagaimana FOTOGRAFI itu,baik tata cahaya hingga pemahamanya, saya hanya melengkapi saja bagaimana lebih dalam tentang fotografi dan kita bersama membahas tentang FOTOGRAFI JURNALISTIK

Di setiap MEDIA ( BACA ) atau KORAN atau majalah selalu ada tampilan FOTOGRAFI dan biasa di tempatkan pada bawah HEADLINE ( biasanya di halaman depan ) dan tampilan foto selalu paling besar,dan terkait dengan berita utama. Kita perhatikan saja bagaimana fotografi yang ditampilkan,baik itu yang berwarna maupun yang hitam putih.Pada dasarnya foto yang ditampilkan tetap yang memberikan dukungan bagi berita yang menjadi andalan pada halaman tersebut.
FOTOGRAFI itu harus mampu berbicara , dalam arti bisa menerangkan apa yang sedang diberitakan atau foto yang memiliki nilai dialog bagi yang melihatnya. Satu contoh FOTOGRAFI suasana KUNJUNGAN PRESIDEN di salah satu daerah , lebih di tonjolkan ke FOKUS PRESIDEN ( foto yang di tampilkan ) beda dengan foto tentang suasana KEGIATAN atau aktifitas manusia ( yang sedang bekerja atau aktifitas lainya
Bagaimana seorang FOTOGRAFER ketika mengabadikan sebuah object yang akan dijadikan karya..?
Persiapan FOTOGRAFER dalam sisi KEPENTINGAN yang berbeda
1 . FOTOGRAFER khusus MEDIA
2 . FOTOGRAFER SENI ( Non Berita ) atau bukan fotografer JURNALIS – tetapi SENIMAN FOTO
FOTOGRAFER MEDIA
Lebih di utamakan kecepatan untuk menangkap MOMENT disaat sebuah PERISTIWA penting yang harus di abadikan,apapun itu . Bagi seorang FOTOGRAFER JURNALIS harus lebih dahulu dilokasi yang tuju sebelum acara berlangsung,bisa 4 jam sebelumnya atau ada yang menginap di lokasi dimana acara penting akan berlangsung.Dengan maksud sangat mungkin terjadi sebuah KEMUNGKINAN yang akan terjadi diluar RENCANA atau ada suasana lain yang sangat mendukung BERITA , ada keterkaitanya . Salah satu contoh,ketika pihak yang dimaksud tidak ada ( atau sulit untuk diabadikan) bisa yang di abadikan Gedungnya,atau rumahnya dan lainya sebagai pengganti FIGUR yang di maksud.

Sedangkan seorang FOTOGRAFER yang hanya untuk keperluan SENI dan tidak untuk sebuah BERITA MEDIA, beda perlakuanya. Sama sama mendahulukan waktu untuk lebih dahulu di lokasi yang akan diabadikan,namun hanya berbeda dengan apa yang dibutuhkanya. Kalau FOTO untuk berita lebih dibutuhkan KECEPATAN kalau untuk fotografi SENI lebih cenderung ke sisi KETEPATAN serta nilai ARTISTIKnya . Satu contoh MENGABADIKAN SUNSET , peristiwa yang membutuhkan kesabaran , ketenangan serta kenyamanan ( tidak terburu buru )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s