TENTANG ILMU KERIS PUSAKA

https://www.indonesiakaya.com/jurnal/detail/pamor-keris
https://sabdalangit.wordpress.com

Keris merupakan benda seni dengan teknologi metalurgi tinggi yang rumit, penuh dengan sentuhan artistik serta karya yang bermutu seni yang mempunyai nilai estetika tinggi. Tidak semua orang bisa meniru dalam hal pembuatan, atau mewarisinya karena pada tiap jaman mempunyai teknik pembuatan tertentu disertai campuran bahan baku baik besi, baja, dan pamor, yang sampai sekarang masih diselimuti rahasia. Kecuali masih ada hubungan keturunan maupun keahlian dalam membuat keris ataupun memecahkan sendiri rahasia yang terkandung didalamnya melalui eksperimen pembuatan keris. Membuat keris tidaklah mudah untuk menghasilkan keris yang bermutu seni tinggi dan mempunyai nilai estetika tinggi diperlukan ritual-ritual khusus seperti menjalani laku tapa dan macam-macam latihan rohani kejawen. Selain itu membuat keris tradisional atau klasik yang sesuai dengan pribadi pemesan dan punya “isi” perlu waktu yang lama, setahun mungkin hanya bisa membuat 2-3 keris dengan biaya mahal.

Ada kriteria tertentu untuk mendapatkan keris klasik atau tradisional, kriteria yang harus dipenuhi, antara lain wutuh, sepuh dan tangguh. Yang dimaksud dari kriteria tersebut adalah kondisi keris harus terlihat wutuh dengan tidak ada cacatnya, baik itu bilah, pola pamor besi, baja dan kelengkapan berupa warangka, ukiran maupun pendoknya. Dari masing-masing komponen tersebut seandainya ada salah satu yang cacat maka keris itu sudah kurang sempurna. Sedangkan yang dimaksud dengan sepuh adalah keris itu betul-betul tua usianya. Hal ini perlu diperhatikan, sebab proses kimiawi bisa merubah keris buatan manusia kini seolah-olah menjadi keris tua. Kemudian yang dimaksud tangguh adalah keris itu harus jelas asal-usulnya.

Sumber dari mana keris dan asal mulanya tidak jelas. Moebirman (dalam Clarijs, AD., 1993:15) menyatakan bahwa “Nama itu terjadi dari Ke dan Iris, maksudnya adalah sebuah alat untuk mengiris”. Senjata ini pada umumnya adalah sebuah alat dengan pengertian yang mendalam, hampir condong bersifat mistis. Di seluruh kepulauan Indonesia keris sangat terkenal. Di masa lalu dapat dilihat pada peninggalan purbakala, maupun pada relief di candi. Di situ banyak fragmen yang memperlihatkan berbagai persenjataan berupa panah, pedang, gada, maupun tombak, namun bila kita simak tentang keris, belum terlihat relief candi tersebut, keris baru ada di relief candi Sukuh. Di situ terdapat fragmen tentang pembuatan keris, ini merupakan petunjuk bahwa keris telah ada di masa itu.

Kekayaan budaya bangsa Indonesia sangat sulit ditelusuri kembali, mengingat bahwa keris juga merupakan benda budaya yang tersebar di daerahdaerah diantaranya Madura, Bali, Makasar, Aceh, Bugis, Minangkabau, Palembang, dan Kalimantan Utara. Masing-masing daerah mempunyai ciri maupun kekhasan tersendiri sehingga terlihat betapa beragamnya bentuk keris di wilayah Nusantara. Keris merupakan suatu hasil karya seni yang mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi. Sejalan dengan perkembangan kebudayaan dan sistem kehidupan sosial, maka fungsi keris di dalam masyarakat Jawa mengalami perkembangan dan perubahan sesuai dengan kemajuan jaman serta tuntutan masyarakat pendukung budaya keris. Perubahan tersebut terlihat misalnya keris yang mulanya sebagai senjata tikam kemudian dapat dipakai sebagai media ekspresi bagi pembuatnya. Kemudian karena pembuatannya banyak mengandung kerahasiaan dianggap menjadi barang keramat yang selalu dipuja maupun dihormati. Keris juga berfungsi sebagai lambang atau status sosial di masyarakat, sebagai pelengkap busana tradisional Jawa dan juga digunakan sebagai tanda jasa dan kepangkatan tertentu. Sekarang banyak kolektor benda seni yang sangat menyukai keris sebagai benda koleksi dan terkadang sebagai benda pusaka, akan tetapi harganya sangat mahal, karena memang sulit membuatnya dan harus memerlukan keahlian khusus. Maka dari itu berbagai upaya harus kita tempuh agar seni keris terhindar dari kepunahan.

Surakarta yang terkenal sebagai kota budaya dan cukup banyak pembuat keris sangat disayangkan apabila tidak bisa mempertahankan seni kerajinan tradisional keris sebagai aset budaya keris sangat langka keberadaannya. Suyanto merupakan salah satu sosok pecinta dan pelestari budaya Jawa khususnya dalam bidang kerajinan keris. Beliau sangat peduli terhadap nilai-nilai budaya Jawa yang sudah terkenal adi luhung sehingga menggugah nuraninya untuk menekuni kerajinan tradisional keris. Berkat ketekunannya hasil karya Suyanto dapat menerobos ke luar daerah, sehingga mampu meningkatkan sektor perekonomian masyarakat setempat dan peluang kesempatan kerja. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang proses pembuatan keris dan estetika pada bilah keris yang terdapat di Bibis Kulon Rt 02 Rw 17 Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta.

PAMOR KERIS MERUPAKAN SEBUAH BAGIAN DARI KARYA YANG SANGAT DI KAGUMI Posted on 16 Januari 2018 | 1 Komentar | Sunting PAMOR TUNDUNG MUNGSUH. Ganja dengan pamor seperti ini jarang sekali terdapat dan biasanya hanya pada keris “TOP” saja, dilihat dari susunan besi dan bahan pamornya maka pamor ini mirip dengan pamor Ujung Gunung pada bilah keris dengan posisi yang melintang. Tuahnya menolak mara bahaya dan membuat lawan takut. WULUNG. Ganja Wulung yaitu ganja tanpa pamor, hitam kelam saja. Khasiatnya untuk memperkuat dan memperbesar daya tuah keris. Ganja wulung dianggap juga sebagai kamuflase terhadap jenis pamor pada wilahnya. PERLAMBANG DAN TUAH Kebudayaan perlambang dimiliki oleh bangsa manapun, misalnya bendera kita merah putih yang melambangkan berani dan suci, demikian juga bentuk pamor pada tosan aji mempunyai perlambang tertentu. Bentuk yang cenderung bulatan atau lingkaran melambangkan sesuatu yang sifatnya keduniaan, lambing harapan atas rejaki dari Allah YME, ketentraman keluarga dan sebagainya. Bentuk yang mengarah kepersegi empat, siku atau sudut melambangkan harapan agar pemiliknya bisa bertahan terhadap segala sesuatu yang sifatnya tidak baik seperti godaan atau serangan baik phisik atau non-phisik. Bentuk seperti garis-garis baik yang membujur atau melintang bilah melambangkan fungsi menolak sesuatu yang tidak diinginkan, umpamanya menolak maksud jahat, angin ribut, hujan binatang buas dan sebagainya. Selain itu ada juga kombinasi ketiganya karena kebanyakan pamor justru mirip lukisan abstrak dan penuh perlambang. Untuk mengetahui cocok tidaknya suatu tosan aji dengan melihat perlambang pada pamor, diperlukan perasaan yan tajam, seperti orang yang menilai suatu lukisan diperlukan juga orang yang tahu seni lukis dan peka rasa seninya. PDF created with pdfFactory Pro trial version http://www.pdffactory.com Pamor 7 PENILAIAN PAMOR. Dalam menilai pamor ada beberapa macam dan kadang istilahnya khas Jawa seprti : Wujud Semuning Pamor 1. Pamor Mrambut : kesan rabaannya terasa seperti meraba rambut, munculnya pamor dipermukaan bilah bagai serat-serat lembut dan halus dan biasanya terjadi di pamor Adeg terutama yang jenis pamor miring. 2. Pamor Nggajih : kesannya seperti berlemak, bagai lapisan lemak beku menempel dibilah. 3. Pamor Mbugisan : kesan penglihatan gradasi warna pamor tidak kontras. Batas antara tepi pamor dan bilah tidak terlalu nyata. 4. Pamor Sanak/Nyanak : kesan penglihatan dan rabaan tidak terlalu jelas, jadi gambar pamor tidak terlalu jelas dan kalau diraba juga tidak jelas. 5. Pamor Kelem : pamor cukup jelas tetapi perbedaan warna dan kecemerlangan pamor dengan warna besi tak terlalu nyata, rabaannya kurang nyekrak tapi juga bukan lumer. 6. Pamor Ngintip : kesan rabaannya kasar tetapi tidak tajam. Jika dibandingkan dengan lukisan seperti lukisan dengan menggunakan palet bukan cat. Tanceping Pamor. Artinya kurang lebih kondisi tertancapnya bahan pamor pada besi bilah, ada tiga jenis yaitu : Pandes, Lumer Pandes dan Kumambang. Pamor Pandes, tertanam kuat pada bilah seolah mengakar dan tegas menyembul kebilah. Pamor Lumer Pandes, tertancap kuat pada bilah tetapi tidak terlalu tegas menyembul di bilah, bila diraba terasa halus, tidak nyekrak. Pamor Kumambang, kesannya mengambang pada bilah dan tidak terlalu kuat menempel pada bilah. Ketiganya sebetulnya hanya merupakan kesan pengelihatan dan rabaan setelah keris jadi dan tidak tersangkut dengan cara serta sistem pembuatannya. PENAMAAN PAMOR. Pada umumnya penamaan pamor seperti gambar pamor tersebut, misalnya Pamor Pari Sawuli (Padi Seuntai) mirip dengan padi yang seuntai, begitu juga Bawang Sebungkul, Ron Pakis dan sebagainya. Tetapi ada juga penamaannya bukan dengan membandingkan kemiripan dengan benda tertentu seperti pamor Raja Abala Raja atau Pandita Bala Pandita, apalagi yang termasuk pamor titipan seperti Makrip, Tamsul, Dikiling yang bentuknya menyerupai lambing namun seolah mempunyai maksud tertentu. Ada dua pendapat mengenai penamaan pamor. Pertama, bila si Empu ingin membuat Ron Genduru tetapi gagal dan jadinya Ganggeng Kanyut maka namanya harus tetap Ron Genduru tetapi Ron Genduru yang gagal dan bukan Ganggeng Kanyut. Kedua, dilihat dari bentuk jadinya, sehingga pamor tersebut dinamakan Ganggeng Kanyut. Mana dari kedua pendapat tadi yang benar terserah pada penilaian kita masing-masing. PENAMAAN SECARA UMUM. Banyak tosan aji mempunyai gabungan atau kombinasi dari beberapa pamor, ada pamor dibagian pangkalnya lain dengan bagian ujungnya dan ada yang sisi bilah satu lain dengan sisi bilah lainnya. Ada lagi dalam satu pamor terselip pamor lainnya, lalu bagaiman cara penamaannya ?. Jika pamor itu merupakan kombinasi satu sama lainnya terpisah menjadi dua atau tiga kesatuan pamor maka umumnya dinamakan sederhana pamor Dwi Warna atau Tri Warna. PDF created with pdfFactory Pro trial version http://www.pdffactory.com Pamor 8 Gambar Atas : Pamor Dwi Warna (Wos wutah dan Adeg) Gambar Bawah : Pamor Triwarna (Tunggak Semi, Tambal, Adeg) Kalau pamor yang satu menyelip kedalam pamor yang lain maka pamor yang satu dianggap pamor titipan dan nama pamor tetap menggunakan nama pamor yang lebih dominan. PAMOR YANG MENYATU ANTARA BILAH DAN GANJA. Ada lagi bentuk pamor yang merupakan kesatuan antara bilah dan ganjanya, jadi pamornya sebagian ada pada bilah dan sebagian lainnya pada ganja.
0 0 0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s