SUKU DJAWA TERTUA SEBELUM AGAMA ADA

Menurut Arkeolog

” METAFISIKA 2018 OMAH KECEBONG ” PURWOYANTI LEBUR ING PANGASTUTI SURO DIRO JOYODININGRAT https://www.youtube.com/watch?v=2VNLI1LJImA&feature=youtu.be https://www.youtube.com/watch?v=q4J6suciCzw https://www.youtube.com/watch?v=fCO_DJ_xifU https://www.youtube.com/watch?v=p6_gYn9CgmA https://www.youtube.com/watch?v=p6_gYn9CgmA https://www.youtube.com/watch?v=qdg44UQ-3so
Teori tentang asal usul suku Jawa yang pertama dikemukakan oleh para arkeolog. Ya, para arkeolog meyakini jika nenek moyang suku Jawa memang pribumi yang tinggal sejak satu juta tahun yang lalu di pulau Jawa. Berdasarkan penelitian yang mendalam, mereka telah menemukan beberapa fosil seperti Pithecanthropus Erectus dan Homo sapiens. Kedua fosil ini diperkirakan adalah manusia purba yang menjadi nenek moyang suku Jawa. Setelah dilakukan perbandingan, DNA manusia purba ini ternyata memang tidak berbeda jauh dengan Manusia suku Jawa saat ini

Menurut Tulisan Kuno India
Ada sebuah tulisan kuno yang berasal dari India menyebut jika beberapa pulau di Nusantara termasuk juga Nusa Kendang –sebutan pulau Jawa pada zaman itu adalah tanah yang menyatu dengan daratan Asia dan Australia. Pulau Jawa dan beberapa pulau lainnya kemudian terpisah oleh meningkatnya permukaan air laut dalam jangka waktu yang lama. Adapun dalam tulisan tersebut disebutkan pula bahwa seorang pengembara bernama Aji Saka adalah orang yang pertama kali menginjakan kaki di daratan Jawa ini. Ia menetap di sana bersama beberapa orang pengawalnya dan menjadikan mereka sebagai nenek moyang orang dari suku Jawa.

Menurut Babad Jawa Kuno
Asal usul nenek moyang suku Jawa juga disebutkan dalam Babad Kuno tanah Jawa. Dalam babad ini diceritakan bahwa seorang pangeran dari kerajaan Kling bersama para pengikutnya yang tersisih akibat perebutan kekuasaan membuka lahan baru di sebuah pulau terpencil dan masih belum berpenghuni. Mereka hidup menetap dan berkoloni membentuk sebuah kerajaan baru di sana dan membangun peradabannya sendiri. Kerajaan tersebut pada masa selanjutnya dikenal dengan nama Javaceckwara

Menurut Surat Kuno Keraton Malang
Sejarah tentang asal usul suku Jawa juga ditemukan dalam sebuah surat kuno dari keraton Malang. Dalam surat itu disebutkan bahwa asal usul orang Jawa dimulai ketika Raja Rum – Raja dari kesultanan Turki pada 450 tahun SM mengirim rakyatnya untuk membuka lahan di pulau kekuasaannya yang masih belum berpenghuni. Para rakyat yang dikirim terbagi menjadi beberapa gelombang ini merasa sangat senang karena menemukan pulau yang sangat subur. Tanaman mudah hidup dan bahan pangan mudah ditemukan. Salah satu tanaman yang banyak tumbuh liar di pulau ini adalah tanaman Jawi. Oleh orang-orang yang datang, nama tanaman ini kemudian dijadikan nama pulau tersebut, Pulau Jawi.

Nah, itulah beberapa teori tentang asal usul suku Jawa di Indonesia dan perkembangannya. Teori mana yang lebih Anda yakini? Entahlah, sayapun tak tahu pasti. Semoga bermanfaat.

Suku Jawa (Bahasa Jawa Ngoko: ꦮꦺꦴꦁꦗꦮ Wong Jawa, Krama: ꦠꦶꦪꦁꦗꦮꦶ Tiyang Jawi, Pegon: وونغ جاوه) merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. … Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti Suku Osing, Orang Samin, Suku Tengger, dan lain-lain.Menurut Sejarawan
Berbeda dengan pendapat para arkeolog, para sejarawan justru meyakini jika asal usul suku Jawa berasal dari orang-orang Yunan, China masa lampau yang melakukan pengembaraan ke seluruh wilayah nusantara. Pendapat ini sangat terkait erat dengan teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia dan memiliki cukup banyak bukti kuat. Untuk mengetahui bukti-bukti tersebut, Anda dapat berkunjung pada artikel ini.

Para antroplog selama ini meyakini bahwa manusia berkembang dari daratan Afrika Timur sejak 200 ribu tahun lalu. Keyakinan ini telah berlangsung selama dua dekade berkat berbagai macam penelusuran bukti genetik dan data dari catatan fosil.

Namun, penemuan terbaru telah menunjukkan bukti lain yang membuat para ilmuwan harus menulis ulang sejarah baru mengenai asal muasal manusia. Dalam penelitian yang dipublikasikan di Nature, tim peneliti internasional telah mendeskripsikan penemuan terhadap 22 fosil Homo Sapiens di Maroko yang usianya sudah lebih dari 300 ribu tahun.

Menurut para periset, fosil tersebut adalah yang paling tua yang pernah ditemukan sepanjang sejarah. Menariknya, fosil ini ditemukan di lokasi yang tidak diduga-duga dari keberadaan manusia.

Fosil tertua sebelumnya yang berusia 260 ribu juta tahun ditemukan di Afrika Selatan. Sedangkan, penemuan tertua lainnya yang berusia 195 ribu tahun ditemukan di Etiopia.
Lihat juga:Suhu Bumi Semakin Panas, Apa yang Terjadi?

Namun penemuan kali ini membuat keraguan bahwa manusia benar-benar berasal dari Benua Afrika 200 ribu tahun silam.

“Penemuan kami menantang gambaran ini dalam beberapa cara,” kata ahli paleoantropologi Jean-Jacques Hublin dari Institut Antropologi Evolusioner Max Planck di Jerman, yang memimpin penelitian tersebut. “Tidak ada Taman Eden di Afrika, atau jika ada Taman Eden, itu adalah Afrika. Taman Eden seukuran Afrika. ”

Tidak semua fosil yang digambarkan adalah penemuan baru. Enam dari 22 spesimen sudah ditemukan pada 1960-an karena pertambangan di lokasi sekitar Marakkesh dan pantai Atlantic Maroko.

Pada saat penemuan awal, para ilmuwan menyimpulkan bahwa fosilnya berusia sekitar 40 ribu tahun. Namun, Marean beranggapan periode itu sepertinya tidak terasa akurat jika dilihat dari bentuk tulang fosil yang tampak terlalu primitif untuk usia mereka yang relatif muda.

Selain itu, bukti tanaman dan hewan yang ditemukan di lokasi yang sama dengan tulang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada di daerah tersebut 40 ribu tahun lalu.

Hublin dan rekan-rekannya juga merasa bahwa fosil itu tidak akurat dan ingin melakukan sesuatu. Mereka mengunjungi Jebel Irhoud beberapa kali sepanjang tahun 1980an dan 90an hingga akhirnya secara resmi memulai penggalian pada 2004.
Lihat juga:Ditemukan, Nenek Moyang Manusia Flores

Para periset percaya bahwa situs tersebut dulunya adalah sebuah gua yang kemungkinan menyediakan tempat berlindung bagi sekelompok kecil manusia purba yang datang untuk berburu rusa dan zebra.

Alat batu api mereka diasah menjadi bentuk-bentuk runcing yang mungkin merupakan ujung tombak. Alat tersebut nampaknya dibuat dari bahan yang dikumpulkan paling tidak sejauh 15 mil.

“Ini menunjukkan bahwa mereka mengunjungi lokasi berkualitas tinggi untuk mengumpulkan batu api dan kemudian membawanya ke tempat-tempat seperti situs Jebel Irhoud di mana mereka bisa berhenti dan melengkapi kembali persenjataan mereka,” kata Shannon McPherron, arkeolog di Institut Plasma Maxplanck untuk Antropologi Evolusioner.

Selama riset, tim menemukan 16 tulang hominin tambahan, serta artifak batu yang sesuai Middle Stone Age. Mereka juga menemukan tulang rusa yang menunjukkan bahwa hewan tersebut sengaja disembelih dan dimasak di atas api.

PEMBERITAHUAN SEMUA VIDEO DAN FOTO FOTO ACARA di OMAH KECEBONG silahkan hubungi SATRIA MATARAM dan buka di YOUTUBE ” METAFISIKA 2018 OMAH KECEBONG ” PURWOYANTI LEBUR ING PANGASTUTI SURO DIRO JOYODININGRAT https://www.youtube.com/watch?v=2VNLI1LJImA&feature=youtu.be https://www.youtube.com/watch?v=q4J6suciCzw https://www.youtube.com/watch?v=fCO_DJ_xifU https://www.youtube.com/watch?v=p6_gYn9CgmA https://www.youtube.com/watch?v=p6_gYn9CgmA https://www.youtube.com/watch?v=qdg44UQ-3so

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s