Prajurit gagah perkasa dari berbagai kerajaan masa lalu

Prajurit gagah perkasa dari berbagai kerajaan masa lalu
Pertempuran zaman dulu mengandalkan strategi perang dan berhadap-hadapan.

Pertempuran zaman dulu, lebih terkesan gagah daripada pertempuran modern. Karena pertempuran zaman dulu saling berhadap-hadapan muka, ketahuan siapa membunuh siapa.

Bandingkan dengan pertempuran sekarang yg sangat pragmatis dan tidak ada lagi kegagahan karena kita bisa membunuh ribuan orang hanya dengan menekan tombol dan dilakukan dari jauh. Nah, untuk mengingat era kegagahan itu inilah prajurit-prajurit dari pasukan-pasukan terhebat zaman dulu.

1. Prajurit Mongol.

Mongol mendominasi daerah Eropa dan Asia dan paling terkenal dengan pasukan berkuda yang di pimpin oleh salah satu komandan militer besar dunia, Genghis Kahn. Mereka sangat disiplin dan mahir dalam menggunakan busur dan panah diatas punggung kuda.

Mereka menggunakan busur komposit yang bisa menembus melalui baju besi dan juga cukup mahir dengan tombak dan pedang. Mereka ahli perang psikologis dan intimidasi, dan membangun salah satu imperium terbesar di dunia yang pernah ada.

2. Legiun Romawi Kuno.

Tulang punggung tentara Romawi yang menuju ke sebuah kerajaan yang tak tertandingi dalam hal ukuran dan kekuatan. Mereka biasanya infanteri berat dengan baju besi dan perisai.

Mereka adalah prajurit kombinasi ahli pedang, tombak dan perisai. Mereka terdiri dari para prajurit mahal yang mampu membuat senjata terbaik dan baja. Mereka disiplin, baik bersenjata, dan strategi besar yang berlangsung di luar kerajaan.

3. Pasukan Byzantium.

Kekaisaran Byzantium merupakan pecahan dari kekaisaran Romawi pada masa Justianus (527-565), wilayahnya mencakup sebelah timur Romawi, Yunani, Semenanjung Balkan, Asia Barat, Mesir dan sebagian Italia.

Nouve Rome, Constantinoupolis atau Constantinopel adalah ibukota Byzantium. Kota ini dikelilingi oleh tembok-tembok besar yang kokoh, disebut juga sebagai tembok Konstantin.

Berbeda dengan Romawi, agama resmi Byzantium adalah Nasrani. Setelah jatuhnya Romawi, kekaisaran Byzantium menjadi pelindung bagi wilayah Eropa Barat dari orang-orang Barbar, yaitu Bangsa Slavia Utara, Kaum Nomad di Rusia Selatan, para penunggang kuda Kirghizia, dan Bangsa Hun. Namun ancaman utamanya adalah Kekaisaran Ottoman.

Byzantium tercatat memiliki 120.000 pasukan terlatih regular disertai dengan sistem keamanan berlapis. Yaitu melakukan peleburan provinsi-provinsi lama kedalam provinsi baru yang disebut Themes. Setiap Themes dilengkapi dengan pusat komando dan di pimpin oleh seorang panglima perang setingkat jenderal.

Angkatan Laut Byzantium senantiasa menjaga keamanan daerah pantai dan laut. Mereka menyiagakan kapal tempur untuk berpatroli setiap saat. Angkatan laut Byzantium menggunakan rantai-rantai besi sebagai pertahanan wilayah ibukota mereka, dari serangan kapal musuh.

4. Mamluk.

Mamluk adalah prajurit budak yang masuk Islam dan melayani para khalifah Islam dan para sultan Ayyubiyah selama Abad Pertengahan. Seiring waktu, mereka menjadi suatu kasta militer yang kuat dan sering mengalahkan pasukan Salib.

Setelah Mamluk masuk Islam, banyak yang terlatih sebagai prajurit kavaleri. Mamluk harus mengikuti perintah furusiyya, kode yang mencakup nilai-nilai seperti keberanian dan kemurahan hati, dan juga taktik kavaleri, menunggang kuda, memanah dan perawatan luka, dll.

5. Pasukan Saracen.

Buku Art of War, yang ditulis seorang sarjana bernama Charles Oman, mengungkapkan, dua hal yang membuat orang-orang Islam yang dipanggil dengan sebutan Saracen pada abad ke-10 menjadi musuh berbahaya, adalah jumlah dan kekuatan mesin perang luar biasa. Pengakuan atas kekuatan militer itu, terungkap pula dalam sebuah naskah tentang taktik militer yang dikaitkan pada Raja Leo VI. Ia berkuasa pada 886 hingga 912 Masehi. Menurut dia, dari semua bangsa berber, orang-orang Islam adalah yang paling baik dan paling hebat dalam taktik militernya.

Pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, militer dibangun dengan mengandalkan pasukan Persia, bukan Arab. Bahkan, pasukan pengawal istana yang menjadi mesin militer terkuat kebanyakan diambil dari pasukan Khurasan. Saat itu, pasukan Arab dibagi menjadi dua divisi, yaitu Arab Utara yang berasal dari Mudhar.Divisi lainnya adalah Arab Selatan yang berasal dari Yaman. Khalifah al Mu’tashim, di suatu hari membentuk divisi baru. Orang-orang Turki direkrut untuk mengisi divisi tersebut. Mereka berasal dari Farqanah dan sejumlah wilayah Asia Tengah lainnya. Meski pada akhirnya, divisi baru ini menjadi batu sandungan.

6. Pasukan Aztex.

Suku Aztex terkenal kejam dalam pertempuran. Mereka biasanya berpakaian seperti binatang seperti elang atau jaguar. Mereka menggunakan senjata sangat primitif seperti clubs dan busur tetapi sangat efektif. “Shorn Ones” (Cuachicqueh) adalah prajurit yg bersumpah tidak akan mundur bila musuh datang. Mereka akhirnya dikalahkan oleh Spanyol dengan senjata modern yg jauh lebih baik.

7. Pasukan China.

Militer Cina diperkirakan dimulai pada zaman Sun Tzu, sang jenderal yang menulis buku Seni Perang. Pada era perang antar daerah Dalam buku tersebut, Sun Tzu meletakkan pilar penting dan beberapa pemikiran militer, seperti:

* Pentingnya kecerdasan.
* Pentingnya bermanuver sehingga musuh dapat dipukul pada titik terlemahnya
* Pentingnya semangat.
* Bagaimana melakukan diplomasi sehingga mendapatkan lebih banyak sekutu dan musuh kehilangan sekutu.
* Pentingnya moral.
* Pentingnya persatuan nasional.
* Semua perang didasarkan pada tipu daya.
* Logistik.
* Hubungan baik antara penguasa dan panglima. Sun Tzu berpendapat bahwa penguasa tidak seharusnya mencampuri urusan militer.
* Perbedaan antara strategi Strategis dan Strategi Taktis.
* Tidak ada negara yang diuntungkan dari perang berkepanjangan.
* Menundukkan musuh tanpa menggunakan kekuatan adalah jalan terbaik.

Karya Sun Tzu menjadi landasan pemikiran militer, yang tumbuh pesat. Pada Dinasti Han, tidak kurang dari 11 sekolah militer diakui. Selama Dinasti Song, sebuah akademi militer didirikan.

8. Janissary, Pasukan Otoman.

Janisari adalah brigade terpisah dari pasukan reguler Turki yang bertugas mengawal Sultan Dinasti Utsmani (Ottoman Empire). Sedangkan Bani Seljuk adalah Dinasti sebelum Utsmani. Utsman diambil dari pemimpin kabilah Osmani yg mempunyai kekuatan yang besar sewaktu Bani Seljuk masih berkuasa. Waktu Seljuk pecah, kabilah yang dipimpin Osmani menyatukannya kembali dibawah bendera baru. Kekuasaan Turki Utsmani mencapai seluruh wilayah di Balkan dan Eropa Tenggara. Kota Wina dua kali diserang oleh kakuatan Turki Utsmani, tetapi karena seluruh kerajaan di Eropa bersatu untuk membendung dengan kekuatan penuh dan logistik yang memadai, ambisi Turki Utsmani untuk menguasai seluruh Eropa tidak berhasil.

Pakaian khas Janisari adalah sejenis long musket. Ciri khasnya adalah topinya yang memakai tutup kain dari depan ke belakang leher, menyerupai sorban.

Jannisary sendiri dibagi manjadi dua kesatuan, yaitu: infantri dan kavaleri.Selain Janisari, Turki Utsmaniyah juga masih mempunyai kesatuan elite lainnya, yaitu: Tentara Ghulam, Cavalary Sipahi, dan tentunya pasukan Onta.

Selama beberapa abad Janisari bertahan sebagai pasukan elit pengawal Sultan. Karena statusnya itu Janisari, baik secara jumlah dan status berkembang semakin besar. Sekitar abad 19 Janisari dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826 karena terjadinya insiden Auspicious, dimana laskar Janisari mencoba melakukan kudeta terhadap kekaisaran Turki Ottoman.

9. Spartan.

Budaya Spartan ialah semua tentang perang dan pelatihan militer pria seumur hidup mereka. Mereka memiliki pepatah: “datang kembali dengan perisai atau lebih dari itu” yang berarti jgn kembali kecuali Anda menang.

Mereka adalah beberapa prajurit paling tangguh di dunia yang pernah dilihat dan telah menjadi terkenal karena pertahanan terakhir mereka pada pertempuran Thermopylae. Mereka adalah master dari perisai dan tombak kombinasi yang kemudian disalin oleh tentara lainnya.

10. Pasukan Sassanid Persia.

Pasukan Sassanid terkenal sangat disiplin dan kuat. Dalam karakter perang mereka, Persia periode Sassanid sangat berbeda dari para leluhur mereka di bawah raja Achaemenid. Perubahan utama tidak digunakannya lagi kereta perang. Sistem kemiliteran pun ditata dengan sangat baik dengan membagi pasukan menjadi 2 sentral, Pasukan Reguler dan Pasukan Cadangan/Siaga (Rakyat biasa yg siap dimobilisasi bila kerajaan akan berperang) .

Pasukan Reguler Sassanid berjumlah 200.000 tentara sedangkan Pasukan cadangan berjumlah lebih dari 1.000.000 orang. Sassanid juga memiliki unit khusus yaitu pasukan Gajah (War Elephant), pasukan ini sering menjadi penentu kemenangan Sassanid dalam berperang.

11. Vikings.

Viking – peneror di Eropa. Prajurit paling ditakuti dunia kuno. Mereka meneror Eropa dengan serangan mereka dan merampok. Mereka ganas dalam pertempuran dan menggunakan senjata yang sesuai tinggi badan mereka. Mereka besar dan sesuai menggunakan kapak mereka, pedang, dan tombak.

Mereka ahli dalam menaklukkan kota. Bahkan agama mereka hanyalah perang dan mereka percaya bila kau mati dalam suatu perang, kau akan hidup di tengah perang yg tak akan usai. Mereka semua akan menjadi tentara yg anda inginkan, terbukti dari kehebatan mereka dalam menghancurkan target mereka.

Di sisi lain, mereka juga adalah pedagang yg baik sehingga mereka juga membawa banyak kebaikan ke Eropa.

12. Knight.

Knights adalah pejuang besar yang mengenakan baju pelindung di seluruh tubuh. Mereka adalah prajurit termahal, prajurit paling terlatih, dan memiliki baju besi, senjata dan kuda untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Raja. Mereka adalah tentara yang sangat efektif yang telah berlatih selama hidup mereka.

13. Samurai.

Samurai itu adalah ksatria dari Jepang dan tuan dari katana. Mereka adalah tentara bersenjata berat tercakup dalam baju besi dan bersedia mati untuk tuannya. Mereka memegang pedang paling tajam di dunia yang pernah dilihat dan dengan mudah bisa memotong pria dalam dua kali gerakan.

Mereka juga master dari Yumi (busur) dan menjadi salah satu penembak terbaik dunia. Mereka seperti prajurit profesional dan terlatih dan berjuang keras untuk mendapatkan kehormatan. Karena kebiasaan kekerasan yg mereka perbuat, para petani bangkit melawan mereka dan lahirlah ninja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s